Advertisement

Latest News

Showing posts with label obat. Show all posts


Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang, berhasil mengembangkan ekstrak kulit manggis dan sawo untuk menurunkan kadar gula darah pada tubuh penderita diabetes melitus. Ketiga mahasiswa dari program studi D3 Teknik Kimia itu adalah Isabel Triesty, Aprisal Setyo dan Novia Nurul.

Melalui penelitian tentang khasiat ekstrak kulit manggis dan sawo itu, mereka meraih juara harapan III dalam Lomba Karya Tulis Inovatif Mahasiswa (LKTIM). Acara lomba diadakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

Isabel Triesty mengatakan kombinasi ekstrak kulit manggis dan sawo dapat menurunkan kadar gula darah tubuh karena mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan dapat digunakan untuk memperbaiki insulin dalam tubuh yang rusak.

Isabel berharap karya mereka itu dapat menjadi obat herbal yang dapat dijangkau masyarakat luas, terutama dari kalangan tidak mampu. Sebab, menurut dia, penyakit diabetes melitus juga menyerang masyarakat kurang mampu.

Dengan adanya ekstrak kulit manggis dan sawo, obat herbal untuk penderita diabetes melitus dapat dibuat dengan biaya yang murah tetapi memiliki khasiat yang tidak kalah dengan obat dari apotek.

Masyarakat biasanya mengonsumsi buah manggis hanya daging buahnya saja. Sementara, kulitnya dibuang. "Padahal, ternyata kulit manggis yang biasa dibuang itu memiliki khasiat tinggi," kata Isabel

sumber
Rumput laut tak hanya enak untuk diolah menjadi makanan. Penemuan terbaru menunjukkan bahwa tanaman hijau kecokelatan berlendir yang banyak di laut ini dipercaya dapat menyembuhkan jerawat.


Huffingtonpost (28/5) melaporkan sebuah penemuan yang telah diterbitkan di Clinical and Experemintal Dermathology. Hanya dengan menggosok rumput laut cokelat (Laminaria Digita) selama 1-15 menit di wajah, akan membantu membunuh bakteri jerawat.

Senyawa aktif, yang disebut ACP Phycosaccharide, dipercaya memiliki fungsi yang sangat efektif sebagai obat alami untuk mengatasi jerawat di wajah. Senyawa ini telah diujikan pada 60 pria muda dengan jerawat ringan selama dua bulan.


Hasilnya, lebih dari setengah jumlah peserta melaporkan bahwa terjadi penurunan signifikan terhadap jerawat dan komedo di wajahnya. Bahkan, tingkat penurunan jerawat berlangsung selama 8 minggu.

source
Advertisement