Mar 15, 2012

Operasi Rhinoplasty, Mancungkan Hidung Tanpa Silikon

,
Jika Anda sering menonton serial sinetron dari Korea, pasti Anda senang melihat wajah cantik dan tampan para artis pemerannya. Pernahkah Anda perhatikan bentuk hidung yang harmonis dengan wajah para artis tersebut? Pernahkah Anda bertanya apakah mereka itu cantik atau tampan sejak lahir atau mereka telah merubah bentuk wajah termasuk hidungnya?

Di Asia termasuk Indonesia, ternyata sudah banyak wanita maupun pria yang mengoreksi bentuk hidungnya. Kebanyakan mereka merubah bentuk hidungnya dengan harapan hidungnya dapat menjadi mancung dan tampak lebih harmonis sehingga menjadi lebih cantik maupun tampan untuk para pria.

Banyak sekali iklan di media masa maupun internet yang menyesatkan masyarakat umum, menjanjikan memancungkan hidung dengan cara tanpa operasi. Akibatnya tidak sedikit orang awam yang mendatangi salon kecantikan untuk memancungkan hidungnya dengan cara menyuntikkan silikon cair atau cairan kimia berbahaya lainnya, yang sebenarnya bahan tersebut dilarang penggunaannya dalam dunia medis dikarenakan banyak menimbulkan komplikasi yang akan terjadi akibat penggunaan zat-zat tersebut, bisa berupa alergi, luka yang tidah bisa sembuh, benjolan yang disebut granuloma dan yang pasti rusaknya bentuk wajah.

Menurut Dr. Tomie H Soekamto, SpBP, dokter mitra spesialis bedah plastik RS Telogorejo Semarang, informasi yang benar tentang bagaimana cara merubah bentuk hidung menjadi lebih harmonis sangat diperlukan. “ Bentuk hidung dapat dibuat menjadi lebih mancung dan harmonis dengan cara operasi yang disebut dengan rhinoplasty yang sering dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik.

Dengan prosedur- teknik yang benar dan dilakukan oleh dokter yang kompeten diharapkan hasil operasi yang baik, memuaskan dan terhindar dari komplikasi yang mungkin terjadi,”terangnya.

Dr. Tomie H Soekamto, SpBP juga menjelaskan tujuan dari operasi rhinoplasty untuk orang asia adalah untuk membentuk struktur hidung yang alami dan harmonis dengan bentuk wajah. “Prosedur operasi dapat dilakukan dengan pembiusan lokal ataupun dengan pembiusan umum. Pemilihan teknik pembiusan disesuaikan pada keadaan pasien dan teknik operasi yang akan dilakukan. Rhinoplasty yang sederhana biasanya memerlukan pembiusan lokal sedangkan yang kompleks memerlukan pembiusan umum. Tidak menutup kemungkinan pembiusan umum pada prosedur sederhana pada pasien yang takut dioperasi dalam keadaan sadar,”katanya.

Irisan luka operasi pada rhinoplasty ada dua macam, yaitu di dalam hidung (intra nasal approach) dan di luar hidung (external/open approach). Pemilihan irisan ini disesuaikan dengan teknik operasi yang dilakukan. Untuk irisan di dalam biasanya untuk prosedur rhinoplasty sederhana, sedangkan irisan di luar hidung untuk prosedur operasi yang lebih kompleks.

“ Pada beberapa kasus, dokter membentuk sedikit bagian dari tulang rawan hidung untuk memancungkan hidung. Teknik ini biasa dilakukan untuk memperbaiki ujung hidung yang bundar dan besar. Hidung orang asia pada umumnya mempunyai struktur tulang rawan yang kecil dan tipis, sehingga untuk membentuk hidung yang lebih mancung biasanya dengan cara menambahkan graft atau implant,”terangnya.

Ada beberapa material yang dapat digunakan untuk membentuk hidung baru yaitu graft, bisa berasal dari tubuh sendiri (autograft) ataupun material buatan atau sintetis (implant). Graft yang berasal dari tubuh sendiri dapat berupa tulang rawan yang diambil dari hidung itu sendiri atau dari bagian tubuh lain seperti tulang rawan telinga atau tulang rawan iga.

Sebagian besar operasi rhinoplasty berjalan sukses tanpa terjadi komplikasi. Adapun komplikasi yang mungkin terjadi adalah komplikasi dini ataupun lambat. “ Komplikasi dini antara lain bisa terjadi perdarahan baik saat operasi maupun sesudah operasi, infeksi, dan bengkak. Sedangkan komplikasi lambat bisa berupa jaringan parut bekas operasi, implant yang menonjol keluar, bentuk hidung yang tidak simetris maupun bentuk hidung yang tidak sesuai dengan keinginan awal pasien,”tambahnya.

Dokter yang kompeten dan teknik operasi yang baik dapat menekan dan menghindari terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan. Dengan demikian bentuk hidung yang lebih baik dan harmonis dengan bentuk wajah bisa dicapai.

Sumber : RS. Telogorejo
Read more

Mar 14, 2012

Cegah Osteoarthritis Sebelum Anda Menderita

,
Apakah Anda sering merasakan nyeri pada lutut ketika bangun dari jongkok atau ketika menaiki tangga di kantor Anda?. Anda mungkin saja menderita osteoarthritis. Walaupun osteoarthritis tidak menimbulkan resiko kematian, tetapi dapat menganggu aktifitas penderitanya sehingga menyebabkan gangguan dalam produktivitas kerja dari penderita.

Dalam Hal ini penderita seringkali mengeluh sendi lutut terasa nyeri, kaku dan bengkak sehingga seringkali menyebabkan gerak sendi terbatas. Anda tentunya penasaran bukan dengan penyakit osteoarthritis ini. Mari kita simak penjelasan dari dr. Romy Darmawansa, M.Kes, Sp.OT, menurut dokter full time RS Telogorejo ini osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif yang bersifat kronis dan progresif ditandai dengan kerusakan tulang rawan sendi (cartilage) dan pertumbuhan tulang baru (osteofit). “Ada dua jenis osteoarthritis, yang pertama adalah idiopathic osteoarthritis, osteoarthritis di mana pada type ini penyebabnya tidak diketahui. Sedangkan yang kedua adalah secondary osteoarthritis, osteoarthritis type ini penyebabnya diketahui dan dapat disebabkan oleh trauma, penyakit metabolic, infeksi dan peradangan,”jelasnya.

Gejala yang terutama dirasakan penderita adalah nyeri pada sendi terutama bila beraktifitas dan terasa berkurang bila istirahat. Namun pada kasus yang berat, nyeri dapat dirasakan walaupun saat beristirahat. “ Terdapat kekakuan pada sendi terutama pada saat tidak beraktifitas dan menghilang setengah jam setelah beraktifitas. Biasanya juga disertai bengkak pada sendi (effusion) dan crepitus atau bunyi pada persendian,”jelas dokter spesialis orthopaedi lulusan Universitas Hasanuddin Makasar ini.

Masih menurut Dr. Romy Darmawansa Sp.OT, ada beberapa faktor resiko yang dapat menyebakan terjadinya osteoarthritis, salah satunya adalah umur. Usia lanjut merupakan faktor resiko utama untuk terjadinya osteoarthritis. Penyakit ini jarang terjadi pada usia di bawah 40 tahun, tetapi 80% mengenai penderita dengan umur di atas 55 tahun. ” Selain itu, wanita mempunyai resiko dua kali dibanding pria untuk menderita osteoarthritis. Ditambah lagi dengan obesitas, orang dengan obesitas berisiko tinggi untuk menderita osteoarthritis. Dengan mengurangi berat badan maka akan mengurangi resiko terjadinya osteoarthritis. Faktor resiko lain yang juga berpengaruh adalah patah tulang yang mengenai permukaan sendi sehingga dapat mengakibatkan terjadinya permukaan sendi yang tidak rata sehingga memicu terjadinya osteoarthritis di kemudian hari,”ujarnya.

Pada X-Ray, gambaran osteoarthritis yang dapat dilihat adalah adanya penyempitan celah sendi, sclerosis subchondral, pembentukan kista pada tulang yang terkena dan pembentukan ostefit. Dengan menggunakan arthroscopy, yaitu suatu teropong kecil yang demasukkan ke dalam sendi untuk melihat keadaan dalam sendi tersebut, dapat dilihat keadaan cartilago sendi jauh sebelum kerusakannya dapat terlihat pada film x-ray. ” Melalui alat ini juga dapat dilakukan pengobatan untuk osteoarthritis yang derajat ringan. Luka operasi yang diperlukan untuk memasukkan alat teropong ini cukup kecil yaitu sekitar 1 cm, sehingga penyembuhan pasca operasi juga lebih cepat,”tambahnya.

Setelah diagnosis osteoarthritis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan pembantu seperti x-ray dan arthroscopy maka dapat dilakukan penanganan. Penanganan yang sederhana adalah dengan istirahat yang cukup. Gejala arthritis biasanya akan menjadi berat apabila beraktifitas secara berlebihan. Dengan beristirahat maka gejala arthritis akan membaik, namun jangan terlalu lama oleh karena istirahat yang terlalu lama dapat menyebabkan kekakuan sendi dan kelemahan pada otot.

” Bagi penderita yang memiliki masalah obesitas, juga harus dapat menurunkan berat badannya. Obesitas akan menyebabkan beban yang berlebihan pada sendi terutama sendi panggul dan lutut.Penanganan lain ialah dengan physioterapy dimana akan dilatih untuk menguatkan otot di sekitar sendi sehingga tekanan yang diterima sendi tersebut juga akan berkurang,”ujarnya.

Bagi pasien yang masih muda dan aktif namun cartilago sendinya telah rusak dapat dilakukan proses operasi realignment dimana dilakukan pembedahan agar beban pada tulang rawan yang sakit dialihkan ke tulang rawan yang sehat. Pada orang tua bilamana sendi yang terkena osteoarthritis sudah sangat rusak dan nyeri tidak dapat dikontrol maka sendi yang rusak diganti dengan sendi buatan (Joint Replacement). ” Atau bisa pula dilakukan operasi fusion apabila operasi penggantian sendi tidak dapat dilakukan oleh karena sesuatu hal misalnya terdapat infeksi pada sendi tersebut. Pada opersi fusion kedua tulang yang membentuk sendi disatukan secara secara permanen sehingga tidak terdapat gerakan lagi pada sendi tersebut. Operasi ini biasanya dilakukan sebagai alternatif terakhir”tambahnya.

Anda tentunya tidak ingin merasakan sakit nyeri pada sendi Anda kan? terutama yang dapat mengganggu aktifitas dan produktivitas kerja Anda. Mari kita cegah osteoarthritis, sebelum Anda menderita karenanya.

Sumber : RS. Telogorejo
Read more

Mar 13, 2012

Anda Pernah Cegukan?, Ini Dia Penyebabnya..

,
Cegukan pasti pernah dirasakan semua orang. Masih banyak mitos simpang siur dari penyebab cegukan. Namun, peneliti Kanada berhasil menemukan alasan mengapa setiap orang mengalami refleks cegukan.

Dr Daniel Howes Kingston, dokter di Ingston General Hospital Ontario Kanada berpendapat bahwa cegukan merupakan cara lain untuk menghilangkan udara yang tertelan di perut, layaknya sebuah sendawa.

"Kami menemukan bahwa sebenarnya cegukan dipicu oleh adanya udara di perut," papar Howes dilansir melalui Huffingtonpost, Jumat (9/3).

Pada cegukan bayi, Howes menjelaskan bahwa cegukan terjadi karena udara memaksa masuk ke paru-paru, menutup pita suara dan mengendurkan sphincter (katup penyaring), yang berada di atas perut. Inilah yang membuat terjadinya kekosongan, sehingga membantu mendorong udara dari perut ke kerongkongan.

Para orangtua yang memiliki anak sering cegukan tak perlu khawatir dan itu bukanlah tanda penyakit gastroesophageal refluks (gejala kronik mucosal [lapisan kulit dalam yang tertutup pada epitelium dan terlibat dalam proses absorpsi dan proses sekresi] yang disebabkan asam lambung naik ke esofagus/kerongkongan).

Temuan yang dipublikasikan dalam BioEssays jurnal juga menunjukkan bahwa cegukan lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orangtua.

Penelitian yang dilakukan Howes ini turut menjelaskan respons spontan tersebut bisa terjadi akibat terlalu banyak minum alkohol, setelah makan besar, terlalu gembira bahkan perubahan suhu.

sumber : id.she.yahoo.com
Read more
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Info Kesehatan Copyright © 2011